Pengikut

Senin, 11 Juni 2012

2013, Investasi Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi


konpress_skp20120509_rahmat_2.jpgPemerintah memperkirakan pada tahun 2013 akan terjadi pergeseran pendorong utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini didominasi sektor konsumsi masyarakat akan digeser oleh sektor investasi. Prakiraan ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa sesuai Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/5) petang.
Menurut Hatta, Pemerintah meyakini bahwa  pada tahun 2013 ini justru investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto akan memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain.  “Saat inipun yang sudah ada perkembangan signifikan yang menunjukkan, bahwa investasi sudah menjadi satu prime over dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Hatta.
Terkait dengan perkiraan tersebut, menurut Menko Perekonomian, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013 diarahkan untuk memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat. Isu strategis nasional yang menonjol adalah peningkatan daya saing. “Jadi 2013 kita akan terus meningkatkan daya saing. Kemudian meningkatkan daya tahan ekonomi kita,” papar Hatta.
Menko Perekonomian juga menjelaskan, bahwa dalam Sidang Kabinet Paripurna itu, Presiden telah memberikan arahan dan masukan untuk melakukan beberapa penyesuaian-penyesuaian, terutama pentingnya mengkonsolidasikan anggaran-anggaran untuk pengentasan kemiskinan dalam program-program klaster. Dengan demikian, diharapkan anggaran-anggaran yang berkaitan dengan bantuan sosial dan sebagainya harus betul-betul terfokus, terencana dengan baik walaupun ada di 15 kementerian akan tetapi penggunaannya mengacu pada suatu program yang sangat jelas terukur.
Pelayanan Publik
Menjawab wartawan soal pelayanan publik, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi birokrasi yang harus tercermin pada pelayanan publik yang semakin baik, semakin cepat.
“Ini yang dibahas dan dikerjakan oleh Menpan kita dan bersama-sama dengan Mendagri, sehingga nanti itu setiap akan mengajukan tambahan pegawai misalnya sebagai macam. Itu jelas strukturnya, kemudian postingnya dan juga kualifikasi,” jelas Hatta. (humaslem, es)

Rabu, 02 Mei 2012

Indonesia Masuk Lima Besar Ekonomi Dunia




Optimisme bahwa kekuatan ekonomi dunia akan bergeser dari Barat ke Timur kian merebak. Bahkan, Asia kini menjadi pusat perhatian utama dunia sebagai kawasan tujuan investasi.  


“Pendulum geo-politik dan geo-ekonomi akan bergeser ke kawasan Asia,” ujar Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Djauhari Oratmangun seperti ditulis VIVAnews 23 November 2010. 
Optimisme Djauhari adalah satu dari deretan optimisme berbagai lembaga keuangan dunia lainnya. Baru-baru ini, dalam laporan khusus Standard Chartered Bank juga diyakini soal pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur.

Pemicunya adalah peningkatan besar di negara berkembang, terutama perdagangan di pasar-pasar negara berkembang, industrialisasi yang pesat, suplai tenaga kerja murah, urbanisasi dan meningkatnya masyarakat kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi, rata-rata 5,2 persen di Asia dalam dua dekade mendatang.

Bahkan, Stanchart memperkirakan 20 tahun lagi, lima kekuatan ekonomi akan benar-benar berubah. Pada 2010 ini, lima kekuatan ekonomi dunia dikendalikan oleh Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman dan Prancis.
Namun, dua dekade lagi, bank terkemuka yang berpusat di Inggris itu meyakini posisi lima besar akan benar-benar berganti. China akan menempati posisi pertama, lantas diikuti oleh Amerika Serikat, India, Brazil dan Indonesia.  Berikut ini profil singkat lima raksasa ekonomi dunia 2030. 

1. China 
Pada 2030, China akan menjadi negara adikuasa secara ekonomi. volume PDB China diperkirakan akan mencapai US$73,5 triliun atau tertinggi di dunia.Saat ini, PDB China mencapai US$5,9 triliun atau terbesar kedua dunia. China akan menguasai 24 persen ekonomi dunia. Negeri dengan jumlah penduduk tertinggi sejagat ini akan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan yang ditopang oleh industri manufaktur. Apalagi, kaum berpendidikan tinggi di China melonjak sangat signifikan.

2. Amerika Serikat 
Saat ini, Amerika merupakan mbahnya kapitalisme dunia dan negara adidaya ekonomi dengan PDB terbesar dunia, yakni US$14,6 triliun. Amerika juga termasuk negara kaya dunia dengan tingkat pendapatan penduduk per kapita cukup besar, yakni US$46.760 per tahun. 

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Negara ini mengedepankan perekonomi kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun, negara ini tak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara. 

3. India 
PDB India diperkirakan akan mecapai US$30 triliun dalam dua dekade lagi. India yang juga memiliki populasi terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan menjadi mesin pertumbuhan besar kedua setelah China. Negara ini telah meningkatkan investasi luar biasa besar dari 24 persen PDB pada 2000 menjadi 40 persen PDB pada 2010. Kapasitas produksi, perbaikan infrastruktur, serta upaya memperbaiki standar pendidikan akan memicu pertumbuhan India.   

4. Brazil 
Sebagai calon raksasa ekonomi keempat di dunia, PDB Brazil diperkirakan akan mencapai US$12,2 triliun pada 2030. Selain memiliki jumlah penduduk yang tinggi, Brazil juga dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber alam serta perkembangan di industri manufaktur. 

5. Indonesia
Indonesia merupakan salah satu kuda hitam yang akan menempati posisi kelima dunia pada 2030. Indonesia bukan hanya menggeser Rusia, melainkan juga menggeser Jepang yang kini merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia. Pada saat itu, Indonesia akan memiliki PDB sebesar US$9,3 triliun.
Saat ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN. Dari 565 juta populasi ASEAN, Indonesia mencakup 40 persennya. Dari total PDB US$1,3 triliun, 50 persennya juga dikuasai Indonesia. Indonesia tengah berupaya menggenjot infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun.

Selasa, 01 Mei 2012

Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)


Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
  • Inflasi yang sangat tinggi
Disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada saat itu diperkirakan mata uang Jepang yang beredar di masyarakat sebesar 4 milyar. Dari jumlah tersebut, yang beredar di Jawa saja, diperkirakan sebesar 1,6 milyar. Jumlah itu kemudian bertambah ketika pasukan Sekutu berhasil menduduki beberapa kota besar di Indonesia dan menguasai bank-bank.
Dari bank-bank itu Sekutu mengedarkan uang cadangan sebesar 2,3 milyar untuk keperluan operasi mereka. Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat inflasi ini adalah petani. Hal itu disebabkan pada zaman pendudukan Jepang petani adalah produsen yang paling banyak menyimpan mata-uang Jepang. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
Pada saat kesulitan ekonomi menghimpit bangsa Indonesia, tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI yang baru, Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang diduduki Sekutu. Uang NICA ini dimaksudkan sebagai pengganti uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun. Pemerintah melalui Perdana Menteri Syahrir memproses tindakan tersebut. Karena hal itu berarti pihak Sekutu telah melanggar persetujuan yang telah disepakati, yakni selama belum ada penyelesaian politik mengenai status Indonesia, tidak akan ada mata uang baru.
Oleh karena itulah pada bulan Oktober 1946 Pemerintah RI, juga melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai pengganti uang Jepang. Untuk melaksanakan koordinasi dalam pengurusan bidang ekonomi dan keuangan, pemerintah membentuk Bank Negara Indonesia pada tanggal 1 November 1946. Bank Negara ini semula adalah Yayasan Pusat Bank yang didirikan pada bulan Juli 1946 dan dipimpin oleh Margono Djojohadikusumo. Bank negara ini bertugas mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing.
  • Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
Blokade laut ini dimulai pada bulan November 1945 ini, menutup pintu keluar-masuk perdagangan RI. Adapun alasan pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah:
  1. Untuk mencegah dimasukkannya senjata dan peralatan militer ke Indonesia;
  2. Mencegah dikeluarkannya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya;
  3. Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang bukan Indonesia.
  • Kas negara kosong.
  • Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
  • Tanah pertanian rusak
  1. Tenaga kerja dijadikan romusha
  2. Tanah pertanian ditanami tanaman keras
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
  • Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
  • Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India seberat 500000 ton, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
  • Konferensi ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
  • Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
  • Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 yaitu mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
  • Pada tanggal 19 Januari 1947 dibentuk Planing Board (badan perancang ekonomi yang bertugas untuk membuat rencana pembangunan ekonomi jangka waktu 2 sampai tiga tahun). Kemudian IJ Kasimo sebagai menteri Persediaan Makanan Rakyat menghasilkan rencana produksi lima tahun yang dikenal dengan nama Kasimo Plan, yang isinya
  1. Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
  2. Pencegahan penyembelihan hewan pertanian
  3. Penanaman kembali tanah kosong
  4. Pemindahan penduduk (transmigrasi) 20 juta jiwa dari Jawa ke Sumatera dalam jangka waktu 1-15 tahun.

Rabu, 04 April 2012

Terlanjur Naik, Harga Sembako Sulit Turun






PURWOREJO, suaramerdeka.com - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama sebulan lalu telah memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Meskipun harga BBM batal dinaikkan per 1 April, namun harga komoditas yang sudah terlanjur naik, ternyata tidak turun. Bahkan sejumlah bahan pokok masih terus mengalami kenaikan harga.

Sejumlah pedagang yang ditemui di pasar Baledono mengatakan hal serupa. "Tidak mungkin kami menurunkan harga karena barang yang kami jual sekarang kulakannya dengan harga yang sudah naik. Otomatis kami menjualnya tentu menyesuaikan," ujar Tinah (45), salah satu pedagang sembako.

Sejumlah kebutuhan pokok yang harganya bertahan tinggi misalnya gula pasir Rp 11.500 per kilogram. Padahal akhir Maret lalu harga gula pasir itu masih Rp 8.000 per kilogram.
"Saya sendiri tidak tahu penyebabnya, yang jelas dari tempat kulakan harganya masih segitu, kalau dulu awal kenaikannya ya alasannya karena harga BBM mau naik," ungkap Yati (42), pedagang lainnya.

Kenaikan harga kebutuhan lain yang cukup drastis dan tetap bertahan tinggi adalah komoditas cabai dan bawang putih. 

Budiyono (45), pemilik usaha warung makan mengeluhkan tingginya harga sembako. Dikatakan, kenaikan atau bahkan sekedar isu harga BBM selalu memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, terlebih jika rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM berlangsung terlalu lama.

"Pasalnya rentan waktu itu sering digunakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menaikkan harga semaunya," katanya. Menurut dia, pemerintah seharusnya mengawal dengan ketat harga sembako setiap ada wacana menaikan harga BBM.


  

Harga Sembako - Report Price April 2012

Type
Price (IDR)

Avena Minyak Goreng 1ltr - pouch
12.000

Avena Minyak Goreng 2ltr - pouch
23.500

Avena Minyak Goreng 5 ltr (kemasan jerigen)
63.000

Beras Ketan Hitam Curah / Liter
6.500

Beras Ketan Putih Curah / Liter
9.000

Bimoli Minyak Goreng Botol 1000 ml
14.800

Bimoli Minyak Goreng Klasik 2ltr
24.500

Bimoli N.Kolesterol Jerigen 2ltr (minyak goreng)
22.700

Bimoli Special Refil 2ltr (minyak goreng)
26.300

Bimoli Special Refill 1ltr (minyak goreng)
14.800

Filma Minyak Goreng Non Kolesterol 1ltr (Refil)
13.000

Filma Refil 2 ltr (minyak goreng kemasan isi ulang)
26.000

Gula Merah Curah 1/2 Kg
4.300

Gula Merah Curah 1/4 Kg
2.500

Hemart & Higienis 1000ml
11.000

Hemart minyak goreng 2000 ml
21.000

Honig Macaroni 100gr
6.500

Honig Macaroni 200gr
7.300

Kunci Mas 1ltr
12.200

Kunci Mas Refill 2ltr - pouch
23.900

Madina Minyak Goreng 1ltr (refil)
11.500

Madina Minyak Goreng 2ltr
22.700

Madina Minyak Goreng 5ltr
55.000

Minyak Goreng Bimoli Klasik Refil 1liter
14.000

Palma Minyak Goreng 2ltr - pouch
22.000

Rose Brand Tepung Beras 250gr
2.300

Rose Brand Tepung Beras 500gr
4.200

Rose Brand Tepung Ketan Putih 500gr
5.000

Sania Minyak Goreng 1ltr - pouch
13.800

Sania Minyak Goreng 2l tr - per pouch
25.000

Sania Minyak Goreng 5ltr
67.000

Sania Minyak Goreng Non Kolesterol 2ltr
25.000

Tropical Non Kolesterol 1Ltr
12.800

Tropical Non Kolesterol 2Ltr
24.500